PENGGUNAAN MULTIMEDIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN
PENGGUNAAN
MULTIMEDIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN
A. Pengantar
Perkembangan
dan penggunaan multimedia, khususnya dalam pendidikan bukan lagi merupakan
sesuatu yang asing di Indonesia. Pendidikan di Negara-negara maju sekarang
makin mencabar selaras dengan perkembangan teknologi yang pesat. Sebagai sebuah
negara yang berwawasan maka bidang pendidikan merupakan aset penting untuk
melahirkan pakar-pakar dalam sesuatu bidang dalam menuju ke arah sebuah negara
berteknologi yang tinggi.
Dewasa
ini, negara yang menguasai teknologi akan menjadi sebuah negara yang maju.
Untuk merintis ke era dunia siber dan agar tercapainya Wawasan 2020 adalah
menjadi tanggungjawab Kementerian Pendidikan untuk melahirkan pakar-pakar dalam
bidang teknologi dan ilmu pengetahuan.
Perkembangan
teknologi yang begitu pesat menyebabkan institusi pendidikan juga menyambut
seruan negara dengan penggunaan komputer di semua pusat pengajian bermula di
tingkat rendah hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
Salah
satu perkembangan terbaru dalam bidang ini ialah teknologi multimedia.
Teknologi multimedia mampu memberi kesan yang besar dan mendalam dalam bidang
komunikasi dan pendidikan. Teknologi multimedia dapat mempercepatkan dan mampu
memberi kefahaman tentang sesuatu dengan tepat, menarik dan dengan efektif dan
efisien.
Teknologi
multimedia adalah satu teknologi yang menggabungkan sepenuhnya teknologi
komputer, pemain cakra padat, sistem video dan sistem audio bagi mendapat
kombinasi yang lebih baik dan meningkatkan interaksi di antara pengguna dengan
komputer.
Dalam
konteks pendidikan, interaktif melalui multimedia telah memainkan peranan yang
penting dalam mengembangkan proses pengajaran dan pembelajaran ke arah yang
lebih dinamik dan bermutu. Ini dibantu dengan keupayaan komputer dalam
mempersembahkan teknologi yang menyokong penghasilan aplikasi pengajaran
pembelajaran.
Namun
yang lebih penting ialah kefahaman tentang bagaimana untuk menggunakan
teknologi tersebut dengan lebih efektif dan efisien serta dapat membina dan
mengeluarkan ide-ide baru dalam menghasilkan dan mempersembahkan bahan
pembelajaran yang membolehkan pelajar-pelajar dimotivasikan untuk menjelajah
isi pembelajaran dan seterusnya memperkayakan proses pembelajaran.
Kini,
multimedia menawarkan berbagai platform supaya pengguna dapat membuat pilihan
dari segi hardware dan software . Sebenarnya multimedia menggabungkan dua
revolusi teknologi terbesar abad ini yaitu komputer dan televisi. Multimedia
membawa output dan hasil dalam bentuk gabungan audio visual televisi dan
interaktif komputer untuk menghasilkan suatu alat komunikasi yang intuitif dan
multidimensi. Komputer yang mempunyai hardware yang berupaya untuk melaksanakan
proses pengisian multimedia dipanggil komputer multimedia, sementara isi-isinya
pula dimuat dengan grafik dan suara yang disimpan dalam Compac-Disc Read Only
Memory (CD-ROM).
Dalam
era yang semakin mengglobal seperti saat ini, Indonesia dihadapkan pada
sejumlah persoalan yang kian hari bukan bertambah ringan, tapi sebaliknya
semakin berat dan kompleks. Pasar bebas Asia (AFTA) yang akan dimulai pada
tahun 2003 dan pasar bebas dunia pada tahun 2020, menyimpan segudang potensi
sekaligus ancaman yang serius bagi negara-negara sedang berkembang seperti
Indonesia. Yang jelas, pasar bebas adalah ajang yang mempertaruhkan martabat
serta harga diri bangsa. Bagaimana tidak, jika saat itu hampir semua posisi
profesi yang kini dipegang oleh warga Indonesia, boleh ditempati oleh orang
asing. Untuk itu pemerintah harus menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang
berkualitas dengan bekal wawasan, ilmu, pengetahuan, dan teknologi yang cukup
sebagai modal di era persaingan ini.
Untuk
mencapai itu semua kata kuncinya adalah pemerataan pendidikan. Sebagian orang
pesimis pemerataan pendidikan dapat terealisasi di Indonesia karena begitu
luasnya wilayah geografi yang harus dijangkau. Tiga belas ribu lebih pulau yang
terpisah oleh lautan adalah hambatan terbesar yang menahan laju percepatan
pemerataan informasi. Namun dalam konsep Wawasan Nusantara, lautan bukanlah
pemisah tetapi sebaliknya adalah jembatan penghubung yang merangkai pulau-pulau
tadi menjadi satu-kesatuan yang bulat dan utuh. Barangkali semangat Wawasan
Nusantara inilah yang harus lebih dipahami dalam konteks pemerataan informasi
pendidikan ini.
Namun
pengetahuan masyarakat Indonesia atas perkembangan multimedia yang ada sangat
minim atau bahkan kurang sekali. Banyak masyarakat yang belum mengetahui
tentang cara pemanfaatan teknologi internet atau multimedia yang lain. Dan lagi
pemerataan pendidikan yang dicanangkan oleh Pemerintah sampai saat ini masih
menunjukkan keberhasilan dibawah 5 %. Sedangkan teknologi informasi yang
berkembang semakin marak menjadikan bangsa Indonesia semakin tertinggal.
Atas
dasar kenyataan di atas penulis mencoba memberikan sumbangan pemikiran dalam
usaha-usaha mencerdaskan bangsa lewat program pemerataan pendidikan yang
tampaknya belum sepenuhnya berjalan baik saat ini. Konsep multimedia yang
penulis sumbangkan ini merupakan kumpulan dari berbagai buku atau referensi
yang mempunyai kaitan dengan multimedia agar lebih dapat memajukan dan
menjadikan pendidikan di Indonesia ini lebih merata. Usaha-usaha tersebut dapat
coba dilakukan dengan mengoptimalkan peranan teknologi multimedia, teknologi
yang bakal menjadi bintang dalam era mendatang. Sumbangan yang penulis berikan
ini berupa konsep tentang pemanfaatan multimedia dalam pembelajaran yang
nantinya berguna bagi para pendidik dalam mendidik guna memajukan pendidikan
khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.
B.
Konsep Multimedia
Teknologi
multimedia adalah salah satu teknologi baru dalam bidang komputer yang memiliki
kebolehan untuk menjadikan media pembelajaran lebih lengkap. Multimedia
merangkum media dalam satu perisian sehingga memudahkan guru untuk menyampaikan
bahan pembelajaran dan pelajar terasa terlibat dalam proses pembelajaran karena
teknologi multimedia memperbolehkan berlakunya interaktiviti.
Multimedia
ialah gabungan lebih dari satu media dalam suatu bentuk komunikasi. Menurut
Lancien (1998:7), multimedia pada masa kini merujuk pada penggabungan dan
pengintegrasian media, seperti teks, animasi, grafik, suara, video kedalam
sistem komputer. Akhir-akhir ini konsep multimedia semakin populer dengan
munculnya monitor komputer bersolusi tinggi, teknologi video dan suara serta
usaha peningkatan memproses komputer pribadi. Sebagai contoh sekarang sudah
terdapat komputer dekstop yang bisa merekam suara dan video, memanipulasi suara
serta gambar untuk mendapatkan efek khusus, memadukan dan menghasilkan suara
serta video, menghasilkan berbagai jenis grafik termasuk animasi, dan
mengintegrasikan semua ini kedalam satu bentuk multimedia.
Multimedia
merupakan gabungan data, suara, video, audio, animasi, grafik, teks dan
bunyi-bunyian yang mana gabungan elemen-elemen tersebut mampu dipaparkan
melalui komputer. Menurut Gayeski, D.M. (1992) “Multimedia ialah satu sistem
hubungan komunikasi interaktif melalui komputer yang mampu mencipta , menyimpan
, memindahkan, dan mencapai kembali data dan maklumat dalam bentuk teks,
grafik, animasi, dan sistem audio.” Jeffcoate (1995) mendifinisikan Sistem
Maklumat Multimedia sebagai suatu sistem yang menggunakan pelbagai kaedah
berkomunikasi (atau media). Menurut Phelps (1995) pula, multimedia adalah
kombinasi teks, video, suara dan animasi dalam sesebuah perisian komputer yang
interaktif. Schurman (1995) mendefinisikan multimedia sebagai kombinasi grafik,
animasi, teks, video dan bunyi dalam satu perisian yang direka bentuk yang
mementingkan interaksi antara pengguna dan komputer. Komputer yang mempunyai
perkakasan berupaya untuk melaksanakan perisian multimedia atau disebut juga
sebagai komputer multimedia. Menurut Collin, Simon (1995), “….Multimedia
merupakan sebuah persembahan, permainan atau aplikasi yang menggabungkan
beberapa media yang berlainan. Sebuah komputer yang boleh menggunakan klip
video, rakaman suara, imej, animasi dan teks serta pula boleh mengendalikan
peranti-peranti seperti perakam video, pemain cakra video, pemacu CD-ROM,
synthesizer dan juga kamera video. Multimedia dapat diartikan sebagai
penggunaan beberapa media yang berbeda untuk menggabungkan dan menyampaikan
informasi dalam bentuk text, audio, grafik, animasi, dan video.
Beberapa
definisi menurut beberapa ahli: Kombinasi dari komputer dan video (Rosch,
1996), Kombinasi dari tiga elemen: suara, gambar, dan teks (McComick,1996),
Kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output. Media ini dapat
berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar (Turban
dan kawan-kawan, 2002). Alat yang dapat menciptakan presentasi yang
dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan
video (Robindan Linda, 2001). Multimedia dalam konteks
komputer menurut Hofstetter 2001 adalah: pemanfaatan komputer untuk membuat dan
menggabungkan teks, grafik, audio, video, dengan menggunakan tool yang memungkinkan
pemakai berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi.
Menurut
Haffos (Feldman 1994) multimedia adalah sebagai suatu sistem komputer yang
terdiri dari perkakasan dan perisian yang memberikan kemudahan untuk
membolehkan gambar, video, fotografi, grafik dan animasi, dipadukan dengan
suara, teks data yang dikendalikan dengan program komputer. Sedangkan Jayant,
Ackland, Lawarence dan Rabiner (Info tech 1995) menyatakan bahwa mulimedia
adalah asas teknologi komunikasi modern yang meliputi suara, teks, imej, video
dan data.
Jadi
lebih singkatnya bisa dikatakan bahwa multimedia merupakan tehnik baru dalam
bidang computer yang menggabungkan lebih dari satu media dalam suatu bentuk
komunikasi yang meliputi teks, suara, grafik, animasi, dan video kedalam system
computer.
C. Penggunaan Multimedia Dalam Pembelajaran
Para
pakar pendidikan sering menganjurkan bahwa dalam melaksanakan proses
pembelajaran sebaiknya guru menggunakan media yang lengkap, sesuai dengan
keperluan dan menyentuh berbagai indra. Untuk memenuhi keperluan itu, maka
penggunaan multimedia adalah salah satu alternatif pilihan yang baik untuk
pengajaran dan pembelajaran yang berkesan.
Pembelajaran
berbasis multimedia mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan papan tulis
dan kapur. Pembelajaran berbasis multimedia melibatkan hampir semua unsur-unsur
indra. Penggunaan multimedia dapat mempermudah siswa dalam belajar, juga waktu
yang digunakan lebih efektif dan efisien. Selain itu pembelajaran dengan
menggunakan multimedia akan sangat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Dimana dengan motivasi yang meningkat maka prestasipun akan dapat diraih dengan
lebih optimal. Penggunaan multimedia dalam pembelajaran juga akan mengenalkan
sedini mungkin pada siswa akan teknologi.
Teknologi
multimedia ini, juga dapat digunakan dalam mengembangkan Computer Assisted
Learning (CAL). Computer Assisted Learning (CAL) adalah perangkat lunak
pendidikan yang diakses melalui komputer dan meru-pakan bentuk pembelajaran
yang menempatkan komputer sebagai “dosen”. Dengan CAL, kata Widyo, proses
belajar bisa berlangsung secara individu dan mampu mengadopsi perbedaan
individu peserta didik. Karena pada intinya CAL merupakan media ganda yang
terintegrasi yang dapat menyajikan suatu paket ajar yang berisi komponen visual
dan suara secara bersamaan. CAL juga mempunyai komponen inlelegensi yang
membuat program CAL bersifat interaktif dan mampu memroses data atau memberi
jawaban bagi pengguna.CAL bersifat interaktif artinya programnya
lebih bermakna diban-dingkan dengan program pembelajaran yang disajikan lewat
media lainnya. CAL juga menggunakan multimedia yaitu sistem komputer yang
meng-gabungkan audio dan video untuk menghasilkan aplikasi interaktif dengan
menggunakan teks, suara dan gambar.
Adapun
komponen CAL beserta manfaatnya antara lain:
v
Teks, efektif untuk menyampaikan informasi verbal, merangsang daya pikir
kognitif, memperjelas media lainnya,
v
Audio, efektif untuk memancing perhatian, menumbuhkan daya imajinasi dan
menambah atau membentuk suasana jadi hidup.
v
Grafis, Foto dan Gambar, efektif untuk mengkonkritkan sesuatu yang abstrak dan
menghilangkan verbalisme pada anak,
v
Video efektif untuk memperlihatkan peristiwa masa lalu sesuai kejadian yang
sebenarnya, menyajikan peristiwa penting maupun kejadian langka yang sulit
didapat, menampilkan gerakan obyek yang terlalu cepat atau lambat menjadi
normal sehingga dapat dilihat mata,
v
Animasi efektif untuk menjelaskan suatu proses yang sulit dilihat mata.
Secara
keseluruhan, multimedia terdiri dari tiga level (Mayer, 2001) yaitu :
1.Level teknis, yaitu
multimedia berkaitan dengan alat-alat teknis ; alat-alat ini dapat diartikan
sebagai wahana yang meliputi tanda-tanda (signs).
2.Level semiotik, yaitu
representasi hasil multimedia seperti teks, gambar, grafik, tabel, dll.
3.Level sensorik, yaitu yang
berkaitan dengan saluran sensorik yang berfungsi untuk menerima tanda (signs).
Dengan
memanfaatkan ketiga level di atas diharapkan kita dapat mengoptimalkan
multimedia dan mendapatkan efektifitas pemanfaatan multimedia pada proses
pembelajaran. Adapun pengaruh multimedia dalam pembelajaran yang menurut Harto
Pramono antara lain:
Multi
Bentuk Representasi
Yang
dimaksud dengan multi bentuk representasi adalah perpaduan antara teks, gambar
nyata, atau grafik. Berdasarkan hasil penelitian tentang pemanfaatan multi
bentuk representasi, informasi/materi pengajaran melalui teks dapat diingat
dengan baik jika disertai dengan gambar. Hal ini dijelaskan dengan dual coding
theory (Paivio, 1986). Menurut teori ini, sistem kognitif manusia terdiri dua
sub sistem : sistem verbal dan sistem gambar (visual). Kata dan kalimat
biasanya hanya diproses dalam sistem verbal (kecuali untuk materi yang bersifat
kongkrit), sedangkan gambar diproses melalui sistem gambar maupun sistem
verbal. Jadi dengan adanya gambar dalam teks dapat meningkatkan memori oleh
karena adanya dual coding dalam memori (bandingkan dengan single coding).
Seseorang
yang membaca/memahami teks yang disertai gambar, aktifitas yang dilakukannya
yaitu : memilih informasi yang relevan dari teks, membentuk representasi
proporsi berdasarkan teks tersebut, dan kemudian mengorganisasi informasi
verbal yang diperoleh ke dalam mental model verbal.
Demikian
juga ia memilih informasi yang relevan dari gambar, lalu membentuk image, dan
mengorganisasi informasi visual yang dipilih ke dalam mental mode visual. Tahap
terakhir adalah menghubungkan ‘model’ yang dibentuk dari teks dengan model yang
dibentuk dari gambar .Model ini kemudian dapat menjelaskan mengapa gambar dalam
teks dapat menunjang memori dan pemahaman peserta didik.
Fitur
penting lain dalam multimedia adalah animasi. Berbagai fungsi animasi antara
lain : untuk mengarahkan perhatian peserta diklat pada aspek penting dari
materi yang sedang dipelajari (tetapi awas, animasi dapat juga mengalihkan
perhatian peserta dari topik utama. Oleh karena itu seorang guru atau
fasilitator harus tahu kapan harus menggunakan gambar pada teks dan kapan tidak
menggunakannya. Dan perlur diingat juga bahwa pada dasarnya gambar sebagai
penunjang penjelasan substansi materi yang tertera pada teks. Jadi jangan
sampai porsi gambar melebihi teks yang ada. Juga gambar harus relevan dan
berkaitan dengan narasi pada teks.
Animasi
Menurut
Reiber (1994) bagian penting lain pada multimedia adalah animasi. Animasi dapat
digunakan untuk menarik perhatian peserta diklat jika digunakan secara tepat,
tetapi sebaliknya anirnasi juga dapat mengalihkan perhatian dari substansi
materi yang disampaikan ke hiasan animatif yang justru tidak penting. Animasi
dapat membantu proses pelajaran jika peserta diklat banya akan dapat melakukan
proses kognitif jika dibantu dengan animasi, sedangkan tanpa animasi proses
kognitif tidak dapat dilakukan. Berdasarkan penelitian, peserta diklat yang
memiliki latar belakang pendidikan dan pengetahuan rendah cenderung memerlukan
bantuan, salah satunya animasi, untuk menangkap konsep materi yang disampaikan.
1.
Multi
Saluran Sensorik
Dengan
penggunaan multimedia, peserta diklat sangat dimungkinkan mendapatkan berbagai
variasi pemaparan materi. Atau sebaliknya guru/fasilitator dapat menggunakan
berbagai saluran sensorik yang tersedia pada media tersebut. Dengan penggunaan
multi saluran sensorik, dimungkinkan penggunaan bentuk-bentuk auditif dan
visual. Menurut basil penelitian, pemerolehan pengetahuan melalui teks yang
menggunakan gambar disertai animasi, basil belajar peserta akan lebih baik jika
teks disajikan dalam bentuk auditif dari pada visual.
1.
Pembelajaran
Non Linear
Pembelajaran
non linear dimaksudkan sebagai proses pembelajaran yang tidak hanya
mengandalkan materi-materi dari guru/widyaiswara, tetapi peserta diklat
hendaknya menambah pengetahuan dan ketrampilan dari berbagai somber ekstemal
seperti narasumber di lapangan, studi literatur dari beberapa perpustakaan,
situs internet, dan sumber-sumber lain yang relevan dan menunjang peningkatan
diri. Berdasarkan suatu penelitian dikatakan bahwa tingkat pemahaman dengan
sistem pembelajaran non linear merniliki hasil yang lebih baik dibanding
peserta diktat mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan hanya dari fasilitator.
Jadi tugas guru/fasilitator untuk dapat merangsang dan menciptakan suatu
kondisi semangat menambah ilmu para peserta diklat dari berbagai sumber lain.
1.
Interaktivitas
Interaktivitas
disini diterjermahkan sebagai tingkat interaksi dengan media pembelajaran yang
digunakan, yakni multimedia. Karena kelebihan yang dimiliki multimedia,
memungkinkan bagi siapapun (guru/fasilitator dan peserta diklat) untuk eksplore
dengan memanfaatkan detail-detail di dalam multimedia dalam menunjang kegiatan
pembelajaran. Permasalahannya tinggal bagaimana aktivitas behavioristik
terhadap multimedia memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak (guru
& peserta).
D. Manfaat
Penggunaan Teknologi Multimedia Dalam Proses Pembelajaran
Penggunaan
multimedia dalam pembelajaran mempunyai manfaat sebagai berikut:
v
Meningkatkan SDM guru
v
Membantu guru secara efektif dan efisien dalam melakukan persiapan mengajar
yaitu pembuatan alat peraga, display, LKS, dll.
v
Kegiatan belajar mengajar lebih menarik karena media yang dipakai dapat
dilihat, bergerak, dan didengar.
v
Meningkatkan kemampuan belajar dan kreativitas anak-anak secara aktif, langsung
memanfaatkan komputer sebagai alat bantu belajar.
v
Membuat suasana perpustakaan lebih menarik dan menyenangkan anak, dengan
program-program yang mengaktifkan multimedia komputer yang ada.
E. Keuntungan
Dan Kelemahan Menggunakan Teknologi Multimedia
1.Keuntungan pembelajaran
interaktif berbasis multimedia antara lain:
2.Materi pelajaran yang
abstrak menjadi lebih konkrit/nyata, sehingga mudah diterima siswa,
3.Multimedia dapat mengatasi
kendala ruang dan waktu. Siswa yang belum memahami materi dapat mengulang
materi tersebut di rumah sama persis dengan yang dibahas dalam kelompok,
4.Informasi pelajaran yang
disajikan dengan media yang tepat akan memberikan kesan yang mendalam pada diri
siswa,
5.Penggunaan multimedia
pembelajaran yang tepat akan dapat merangsang berbagai macam perkembangan
kecerdasan.
6.Materi pembelajaran yang
diterima siswa menjadi lebih seragam (relatif sama) dan mengurangi resiko
kesalahan konsep.
7.Kelemahan
v
Masih kurangnya tenaga ahli dalam pembuatan dan penggunaan perangkat multimedia
dalam pembelajaran.
v
Akan menghabiskan biaya yang banyak.
v
Kurang tepat untuk sekolah yang berada di pedalaman.
TERIMA KASIH DAN SEMOGA BERMANFAAT
Komentar
Posting Komentar